0


Inilah Makanan dan minuman Yang Mendukung Proses Menghafal Al-Qur’an


Para ahli ilmu dan orang-orang yang berpengalaman menyebutkan beberapa makanan yang dianggap mendukung penghafalan Al-Qur’an, antara lain:

1. Air Zam-Zam

Bila seseorang meminumnya dengan niat untuk menghafal Al-Qur’an. Nabi SAW bersabda, “Air zam-zam itu berguna sesuai dengan tujuan peminumnya.” Diriwayatkan dari beberapa ulama salaf, bahwa mereka meminum air zam-zam dengan niat agar hafalannya menjadi kuat dan akhirnya berhasil.

2. Madu

Az-Zuhri berkata, “Usahakan untuk selalu minum madu, karena ia bagus untuk menghafal Al-Qur’an . Ia merupakan obat untuk menghafal Al-Qur’an. Ia merupakan obat untuk bermacam-macam anggota tubuh, salah satunya adalah otak. Allah SWT berfirman, “Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia..” (QS. An-Nahl:69)

3. Siwak

Telah terbukti bahwa ia mengasah dan mempertajam ingatan. Para ulama menyebutkan bahwa siwak mengandung lebih dari 70 manfaat. Yang dimaksud di sini adalah menggosok gigi dengan kayu arak. “Tiga hal yang memperkuat hafalan dan menghilangkan dahak: bersiwak, puasa dan membaca Al-Qur’an”.

4. Kismis

Sejumlah ulama dan hafiz menyebutkan bahwa makan kismis dan menyampurinya dengan ludah di dalam mulut, Bisa menguatkan ingatan. Terutama kismis yang berwarna merah kekuningan. Al-Hasyimi berkata, “Siapa yang ingin menghafal hadist,hendaknya ia memakan kismis.

5. Jahe

Dalam suatu riwayat disebutkan bahwa seorang laki-laki datang kepada Ali bin Abi Tholib Rodhiyallaahu ‘anhu dan mengeluh kalau dia mudah lupa. Maka Ali menyarankan, “Hendaknya kamu selalu mengkonsumsi jahe, karena ia membuat hati menjadi berani dan menghilangkan lupa.

6. Delima
Ali Rodhiyallaahu ‘anhu berkata, “Hendaknya kamu selalu makan delima, karena ia memperlancar pencernaan perut.”

7. Ikan Segar
Beberapa penelitian ilmiah telah membuktikan bahwa ikan segar mwngandung beberapa vitamin dan menguatkan otak.

Sebaliknya ada beberapa hal yang melemahkan ingatan, antara lain banyak makan dan dyspepsia. Karena itu ada ungkapan mengatakan, “Perut melenyapkan kecerdasan.” Al-Khatib Al-Baghdadi berkata, “Saat lapar sangat baik untuk menghafal Al-Qur’an daripada saat kenyag.” Maksudnya adalah lapar yang ringan yang tidak membuat otak memikirkan makanan melulu.



Nah, inilah beberapa makanan yang dapat menunjang kekuatan ingatan dan kecerdasan otak kita terlebih dalam menghafal Al-Qur’an. Ada baiknya kita mengamalkan dalam kehidupan kita sehari-hari. Semoga Allah senantiasa membimbing dan membantu kita dalam menghafal Al-Qur’an.. Aamiin.



Dikutip dari buku “Kiat Mudah Menghafal Al-Qur’an” Karya Muhammad Habibillaah Muhammad Asy-Syinqithi



Dikirim pada 16 Juni 2015 di Tips


assalamualaikum, wb...

sahabat dumay yang berbahagia, pada kesempatan kali ini saya akan memposting tentang tata cara membuat power point dengan tampilan yang keren, supaya presentasi kita menjadi lebih menarik dan tidak membosankan.

simak ya...

langkah-langkahnya

1. buka power point yang ada di laptop/PC kalian.

2. klik new slide, kemudian pilih slide yang sesuai

3. klik kanan slide yang sudah kalian pilih - klik format background - klik picture or texture fill - klik file - pilih koleksi background yang ada di laptop kalian.

4. klik to add title pada slide kemudian tulis tema sesuai dengan data yang akan kalian presentasikan, jangan lupa atur font dan font size nya.

5. klik menu format, untuk mengatur warna dan tampilan tulisan.

6. klik menu insert jika kalian ingin menambahkan gambar, video atau shapes pada power point kalian.

7. jika kalian ingin menambahkan hyperlink dan action button, maka langkah-langkahnya adalah...

a. buat tombol yang akan diisikan hyperlink, caranya klik menu insert - klik shapes dan pilih bentuk tombol yang kalian inginkan.

b. atur posisi tombol tersebut pada slide, kemudian tulis huruf pada tombol dengan klik kanan tombol - klik edit text.

c. selanjutnya gunakan hyperlink pada menu yang akan di link kan dengan klik menu insert - klik hyperlink. ketika muncul kotak dialog, lihat pada deretan kolom paling kanan klik palace in this documents - klik slide yang akan di tuju - klik OK.

adapun untuk membuat action button, caranya:

a. klik menu insert - klik shapes - pada kolom yang paling bawah ada action button - pilih salah satu yang kalian inginkan, misalnya menu home yang bergambar seperti rumah.

b. ketika muncul kotak dialog pada hyperlink to klik slide rujukan yang kalian inginkan - klik OK



SELESEI...

Semoga bermanfaat....



Dikirim pada 16 Juni 2015 di tutorial


MIRACLE OF SEDEKAH



Sedekah adalah memberikan sesuatu yang kita miliki baik berupa harta atau yang lain kepada mereka yang tidak mampu, dengan tujuan untuk memperoleh pahala, bukan suatu kehormatan atau kemuliaan. Pada hakikatnya harta yang dimiliki seseorang itu merupakan amanah dari Allah yang sewaktu-waktu akan diambil-Nya, dimana di dalam harta orang kaya terdapat hak fakir miskin dan anak-anak yatim yang harus diberikan kepada mereka. Sedekah merupakan bentuk rasa kepedulian seseorang terhadap orang lain untuk meringankan beban penderitaannya.

Sedekah dalam artian luas tidak hanya memberikan sesuatu berupa harta benda. Melakukan kebaikan, menolong orang lain, menghibur teman yang mendapat musibah bahkan tersenyum pun termasuk sedekah. yang terpenting dalam melakukannya disertai dengan rasa ikhlas karena Allah, bukan untuk mendapat pujian atau kemuliaan. Karena itu merupakan inti dari bersedekah. Apabila seseorang bersedekah tanpa adanya rasa ikhlas, maka sedekahnya akan sia-sia. Rasulullah sangat menganjurkan umatnya untuk bersedekah. Di dalam Al-Quran maupun hadits banyak sekali yang menerangkan tentang anjuran dan keutamaan bersedekah. di antaranya yaitu: Dapat menghapus kesalahan dan dosa, dapat menyelamatkan diri kita dari api neraka, di doakan malaikat supaya Allah mengganti sedekah kita, dapat menutup pintu kejahatan, dan lain-lain.

Dikirim pada 16 Juni 2015 di artikel


Assalamualaikum wb...

Sahabat dumay yang terhormat, pada kesempatan kali ini saya akan memposting tentang tutorial pembuatan blog di abatasa...

Di abatasa ini sahabat dumay bisa menuangkan karya-karya tulisan kreatifnya dengan sangat mudah. tapi tentunya tulisan yang bermanfaat ya...

Simak baik-baik .....



1. pertama, sahabat dumay buka alamat webnya abatasa...www.abatasa.co.id

2. kedua, klik Sign In, jika sahabat dumay sudah menjadi member abatasa. dan kalau belum menjadi membernya abatasa sahabat dumay bisa klik tulisan Belum jadi member daftar sekarang. ini tentunya sahabat dumay harus mempunyai email.

3. langkah ketiga, klik tulisan My Blog, kemudian klik setting & Design Blog. di sini sahabat dumay bisa mengatur tampilan blognya dengan pilihan baground yang menarik. tapi jangan lupa terlebih dahulu isi kolom-kolom yang tersedia.

4. selanjutnya, klik tulisan categories. di sini sahabat dumay membuat beberapa kategori untuk jenis tulisan blognya nanti.

5. selanjutnya, klik tulisan add new post. di sini sahabat dumay bisa memulai menulis di kolom paling bawah. tapi terlebih dahulu sahabat dumay isi kolom-kolom yang tersedia seperti, judul blog, kategori, gambar, dll. kalau sudah selesei klik tulisan simpan.

6. selesai.





kalau sahabat dumay ingin melihat hasil tulisan blognya, bisa klik di my blog.

semoga bermanfaat....

wassalamualaikum. wb.



Dikirim pada 12 Juni 2015 di tutorial


Perkembangan Agama Pada Masa Remaja

Pendahuluan
Salah satu periode dalam rentang kehidupan individu adalah masa (fase) remaja. Masa ini merupakan segmen kehidupan yang penting dalam siklus perkembangan individu, dan merupakan masa transisi yang dapat diarahkan kepada perkembangan masa dewasa yang sehat.

Dalam pembagian tahap perkembangan manusia, maka masa remaja menduduki tahap progresif. Dalam pembagian yang agak terurai masa remaja mencakup masa: Juvenilitas (adolescantium), pubertas dan nubilitas.

Sejalan dengan perkembangan jasmani dan rohaninya, maka agama pada para remaja turut dipengaruhi perkembangan itu. Maksudnya penghayatan para remaja terhadap ajaran agama dan tindak keagamaan yang tampak pada para remaja banyak berkaitan dengan faktor perkembangan tersebut. untuk lebih jelasnya mengenai bagaimana perkembangan agama pada masa remaja akan saya bahas dalam makalah ini.



Rumusan Masalah
Apa yang dimaksud masa remaja itu?
Bagaimana perkembangan agama pada masa remaja?
Apa saja faktor-faktor yang mengindikasi perkembangan agama pada masa remaja?
Bagaimana ciri-ciri kesadaran beragama pada masa remaja?
Bagaimana sikap remaja dalam beragama?


Pembahasan
Pengertian Masa Remaja
Sebenarnya masa remaja adalah masa peralihan, yang ditempuh oleh seseorang dari kanak-kanak menuju dewasa. Atau dapat dikatakan bahwa masa remaja adalah perpanjangan masa kanak-kanak sebelum mencapai usia dewasa. Anak-anak jelas kedudukannya. Yaitu yang belum dapat hidup sendiri, belum matang dari segala segi, tubuh masih kecil. Organ-organ belum dapat menjalankan fungsinya secara sempurna. Hidupnya masih bergantung pada orang dewasa, dan belum dapat diberi tanggung jawab atas segala hal.

Masa dewasa juga jelas. Pertumbuhan jasmani telah sempurna, kecerdasan dan emosi telah cukup berkembang. Akan tetapi, lain halnya dengan masa remaja. Jika dilihat tubuhnya, dia telah seperti orang dewasa, jasmaninya telah jelas berbentuk laki-laki atau wanita. Organ-organnya telah dapat pula menjalankan fungsinya. Dalam hidupnya mereka ingin berdiri sendiri, tidak bergantung lagi kepada orang tua atau orang dewasa lainnya, akan tetapi mereka belum mampu bertanggung jawab dalam soal ekonomi dan sosial.[1]

Perkembangan Agama Pada Masa Remaja
Segala persoalan dan problema yang terjadi pada remaja-remaja itu, sebenarnya bersangkut-paut dan barkait-kait dengan usia yang mereka lalui, dan tidak dapat dilepaskan dari pengaruh lingkungan di mana mereka hidup. Dalam hal itu, suatu faktor penting yang memegang peranan yang menentukan dalam kehidupan remaja adalah agama. Tapi sayang sekali, dunia modern kurang menyadari betapa penting dan hebatnya pengaruh agama dalam kehidupan manusia, terutama pada orang-orang yang sedang mengalami kegoncangan jiwa, dimana umur remaja terkenal dengan umur goncang, karena pertumbuhan yang dilaluinya dari segala bidang dan segi kehidupan.[2]

Masa Remaja Awal (13-16)
Pada masa ini terjadi perubahan jasmani yang cepat, sehingga memungkinkan terjadinya kegoncangan emosi, kecemasan, dan kekhawatiran. Bahkan, kepercayaan agama yang telah tumbuh pada umur sebelumnya, mungkin pula mengalami kegoncangan. Kepercayaan kepada tuhan kadang-kadang sangat kuat, akan tetapi kadang-kadang menjadi berkurang yang terlihat pada cara ibadanya yang kadang-kadang rajin dan kadang-kadang malas. penghayatan rohani cenderung skeptis sehingga muncul keengganan dan kemalasan untuk melakukan berbagai kegiatan ritual yang selama ini dilakukannya dengan penuh kepatuhan.

Kegoncangan dalam keagamaan ini mungkin muncul, karena disebabkan oleh faktor internal maupun eksternal. Faktor internal berkaitan dengan matangnya organ seks, yang mendorong remaja untuk memenuhi kebutuhan tersebut, namun di sisi lain ia tahu bahwa perbuatannya itu dilarang oleh agama. Kondisi ini menimbulkan konflik pada diri remaja. Faktor internal lainnya adalah bersifat psikologis, yaitu sikap independen, keinginan untuk bebas, tidak mau terikat oleh norma-norma keluarga (orangtua). Apabila orangtua atau guru-guru kurang memahami dan mendekatinya secara baik, bahkan dengan sikap keras , maka sikap itu akan muncul dalam bentuk tingkah laku negatif, seperti membandel, oposisi, menentang atau menyendiri, dan acuh tak acuh.[3]

Masa Remaja Akhir (17-21)
Masa remaja terakhir dapat dikatakan bahwa anak pada waktu itu dari segi jasmani dan kecerdasan telah mendekati kesempurnaan. Yang berarti bahwa tubuh dengan seluruh anggotanya telah dapat berfungsi dengan baik, kecerdasan telah dianggap selesai pertumbuhannya, tinggal pengembangan dan penggunaannya saja yang perlu diperhatikan.

Akibat pertumbuhan dan perkembangan jasmani, serta kecerdasan yang telah mendekati sempurna, atau dalam istilah agama mungkin dapat dikatakan telah mencapai tingkat baligh-berakal, maka remaja itu merasa bahwa dirinya telah dewasa dan dapat berpikir logis. Di samping itu pengetahuan remaja juga telah berkembang pula, berbagai ilmu pengetahuan yang diajarkan oleh bermacam-macam guru sesuai dengan bidang keahlian mereka masing-masing telah memenuhi otak remaja. Remaja saat itu sedang berusaha untuk mencapai peningkatan dan kesempurnaan pribadinya, maka mereka juga ingin mengembangkan agama, mengikuti perkembangan dan alur jiwanya ynag sedang bertumbuh pesat itu.

Kendatipun kecerdasan remaja telah sampai kepada menuntut agar ajaran agama yang dia terima itu masuk akal, dapat difahami dan dijelaskan secara ilmiah dan orisinil, namun perasaan masih memegang peranan penting dalam sikap dan tindak agama remaja.

Diantara sebab kegoncangan perasaan, yang sering terjadi pada masa remaja terakhir itu adalah pertentangan dan ketidakserasian yang terdapat dalam keluarga, sekolah dan masyarakat. Disamping itu, yang juga menggelisahkan remaja adalah tampaknya perbedaan antara nilai-nilai akhlak yang diajarkan oleh agama dengan kelakuan orang dalam masyarakat. Terutama yang sangat menggelisahkan remaja, apabila pertentangan itu terlihat pada orangtua, guru-gurunya di sekolah, pemimpin-pemimpin dan tokoh-tokoh agama. Banyak lagi faktor yang menggoncangkan jiwa remaja, seyogyanya guru agama dapat memahaminya, agar dapat menyelami jiwa remaja itu, lalu membawa mereka kepada ajaran agama, sehingga ajaran agama yang mereka dapat itu, betul-betul dapat meredakan kegoncangan jiwa meraka.[4]

Faktor-Faktor Yang Mengindikasi Perkembangan Agama Pada Masa Remaja
Perkembangan agama pada remaja ditandai oleh beberapa faktor perkembangan rohani dan jasmaninya. Perkembangan itu antara lain menurut W. Starbuck adalah:

Pertumbuhan pikiran dan mental
Ide dan dasar keyakinan beragama yang diterima remaja dari masa kanak-kanaknya sudah tidak begitu menarik bagi mereka. Sifat kritis terhadap ajaran agama mulai timbul. Menurut penelitian Allport, Gillesphy dan Young menunjukkan bahwa 85% remaja Katolik Romawi tetap taat menganut ajaran agamanya, dan 40% remaja Protestan tetap taat terhadap ajaran agamanya. Dari hasil ini dinyatakan bahwa agama yang ajarannya bersifat konservatif lebih banyak berpengaruh bagi para remaja untuk tetap taat pada ajaran agamanya.

Sebaliknya agama yang ajarannya kurang konservatif-dogmatis dan agak liberal akan mudah merangsang perkembangan pikiran dan mental remaja sehingga mereka banyak meninggalkan ajaran agamanya.

Perkembangan Perasaan
Berbagai perasaan telah berkembang pada masa remaja. Perasaan sosial, etis dan estesis mendorong remaja untuk menghayati perikehidupan yang terbiasa dalam lingkungannya. Kehidupan religius akan cenderung mendorong dirinya lebih dekat ke arah hidup yang religius pula. Sebaliknya bagi remaja yang kurang mendapat pendidikan dan siraman ajaran agama akan lebih mudah didominasi dorongan seksual.

Perkembangan Sosial
Corak keagamaan para remaja juga ditandai oleh adanya perkembangan sosial. Dalam kehidupan keagamaan mereka timbul konflik antara pertimbangan moral dan material. Remaja sangat bingung menentukan pilihan itu. Karena kehidupan duniawi lebih dipengaruhi kepentingan akan materi, maka para remaja lebih cenderung jiwanya untuk bersikap materialis.

Perkembangan Moral
Perkembangan moral para remaja bertitik tolak dari rasa berdosa dan usaha untuk mencari proteksi. Tipe moral yang juga terlihat pada para remaja juga mencakupi:

Self-directive, taat terhadap agama atau moral berdasarkan pertimbangan pribadi.
Adaptive, mengikuti situasi lingkungan tanpa mengadakan kritik.
Submissive, merasakan adanya keragauan terhadap ajaran moral dan agama.
Unadjusted, belum meyakini akan kebenaran ajaran agama dan moral.
Deviant, menolak dasar dan hokum keagamaan serta tatanan moral masyarakat.
Sikap dan Minat
Sikap dan minat remaja terhadap masalah keagamaan boleh dikatakan sangat kecil dan hal ini tergantung dari kebiasaan masa kecil serta lingkungan agama yang mempengaruhi mereka (besar kecil minatnya).

Konflik dan Agama
Dari sampel yang diambil W. Strabuck terhadap mahasiswa Middleburg College, tersimpul bahwa dari remaja usia 11-26 tahun terdapat 53% dari 142 mahasiswa yang mengalami konflik dan keraguan tentang ajaran agama yang mereka terima, cara penerapan, keadaan lembaga keagamaan dan para pemuka agama. Hal yang serupa ketika diteliti terhadap 95 mahasiswa, maka 75% diantaranya mengalami kasus yang serupa.[5]

Ciri-ciri Kesadaran beragama Yang Menonjol Pada Masa Remaja
Pengalaman ketuhanannya semakin bersifat individual
Remaja semakin mengenal dirinya. Ia menemukan dirinya bukan hanya sekedar badan jasmaniah, tetapi merupakan suatu kehidupan psikologis rohaniah berupa pribadi. Remaja bersifat kritis terhadap dirinya sendiri dan segala sesuatu yang menjadi milik pribadinya. Ia menemukan pribadinya terpisah dari pribadi-pribadi lain dan terpisah pula dari alam sekitarnya.

Penemuan diri pribadinya sebagai sesuatu yang berdiri sendiri menimbulkan rasa kesepian dan rasa terpisah dari pribadi lainnya. Secara formal dapat menambah kedalaman alam perasaan, akan tetapi sekaligus menjadi bertambah labil. Keadaan labil yang menekan menyebabkan si remaja mencari ketentraman dan pegangan hidup. Penghayatan kesepian, perasaan tidak berdaya menjadikan si remaja berpaling kepada Tuhan sebagai satu-satunya pegangan hidup, pelindung dan penunjuk jalan dalam goncangan psikologis yang dialaminya.

Keimanannya semakin menuju realitas yang sebenarnya
Terarahnya perhatian ke dunia dalam menimbulkan kecendrungan yang besar untuk merenungkan, mengkritik, dan menilai diri sendiri. Intropeksi diri ini dapat menimbulkan kesibukan untuk bertanya-tanya pada orang lain tentang dirinya mengenai keimanan dan kehidupan agamanya.

Dengan berkembangnya kemampuan berpikir secara abstrak, si remaja mampu pula menerima dan memahami ajaran agama yang berhubungan dengan masalah ghaib, abstrak dan rohaniah, seperti kehidupan alam kubur, hari kebangkitan dan lain-lain. Penggambaran anthropormofik atau memanusiakan Tuhan dan sifat-sifatNya lambat laun diganti dengan pemikiran yang lebih sesuai dengan realitas.

Peribadatan mulai disertai penghayatan yang tulus
Agama adalah pengalaman dan penghayatan dunia dalam seseorang tentang ketuhanan disertai keimanan dan peribadatan.

Pada masa remaja dimulai pembentukan dan perkembnagan suatu sistem moral pribadi sejalan dengan pertumbuhan pengalaman keagamaan yang individual. Melalui kesadaran beragama dan pengalaman keTuhanan akhirnya remaja akan menemukan Tuhannya yang berarti menemukan kepribadiannya. Ia pun akan menemukan prinsip dan norma pegangan hidup, hati nurani, serta makna dan tujuan hidupnya. Kesadaran beragamanya menjadi otonom subjektif dan mandiri sehingga sikap dan tingkah lakunya merupakan pencerminan keadaan dunia dalamnya, penampilan keimanan dan kepribadian yang mantap.[6]

Sikap Remaja Dalam Beragama
Terdapat empat sikap remaja dalam beragama, yaitu:

Percaya ikut-ikutan
Percaya ikut-ikutan ini biasanya dihasilkan oleh pendidikan agama secara sederhana yang didapat dari keluarga dan lingkungannya. Namun demikian ini biasanya hanya terjadi pada masa remaja awal (usia 13-16 tahun). Setelah itu biasanya berkembang kepada cara yang lebih kritis dan sadar sesuai dengan perkembangan psikisnya.

Percaya dengan kesadaran
Semangat keagamaan dimulai dengan melihat kembali tentang masalah-masalah keagamaan yang mereka miliki sejak kecil. Mereka ingin menjalankan agama sebagai suatu lapangan yang baru untuk membuktikan pribadinya, karena ia tidak mau lagi beragama secara ikut-ikutan saja. Biasanya semangat agama tersebut terjadi pada usia 17 tahun atau 18 tahun. Semangat agama tersebut mempunyai dua bentuk:

Dalam bentuk positif
Yaitu berusaha melihat agama dengan pandangan kritis, tidak mau lagi menerima hal-hal yang tidak masuk akal. Mereka ingin memurnikan dan membebaskan agama dari bid’ah dan khurafat, dari kekakuan dan kekolotan.

Dalam bentuk negatif
Semangat keagamaan ini akan menjadi bentuk kegiatan yang berbentuk khurafi, yaitu kecendrungan remaja untuk mengambil pengaruh dari luar ke dalam masalah-masalah keagamaan, seperti bid’ah, khurafat dan kepercayaan-kepercayaan lainnya.

Percaya, tetapi agak ragu-ragu
Keraguan kepercayaan remaja terhadap agamanya dapat dibagi menjadi dua:

Keraguan disebabkan kegoncangan jiwa dan terjadinya proses perubahan dalam pribadinya. Hal ini merupakan kewajaran.
Keraguan disebabkan adanya kontradiksi atas kenyataan yang dilihatnya dengan apa ynag diyakininya, atau dengan pengetahuan yang dimiliki.
Tidak percaya atau cenderung atheis
Perkembangan ke arah tidak percaya pada tuhan sebenarnya mempunyai akar atau sumber dari masa kecil. Apabila seorang anak merasa tertekan oleh kekuasaan atau kezaliman orangtua, maka ia telah memendam suatu tantangan terhadap kekuasaan orangtua, selanjutnya terhadap kekuasaan apapun, termasuk kekuasaan tuhan.[7]



Kesimpulan
Masa remaja merupakan masa peralihan, yang ditempuh oleh seseorang dari kanak-kanak menuju dewasa. Atau dapat dikatakan bahwa masa remaja adalah perpanjangan masa kanak-kanak sebelum mencapai usia dewasa.
Masa Remaja Awal (13-16)
Pada masa ini terjadi perubahan jasmani yang cepat, sehingga memungkinkan terjadinya kegoncangan emosi, kecemasan, dan kekhawatiran. Bahkan, kepercayaan agama yang telah tumbuh pada umur sebelumnya, mungkin pula mengalami kegoncangan.

Masa Remaja Akhir (17-21)

Masa remaja terakhir dapat dikatakan bahwa anak pada waktu itu dari segi jasmani dan kecerdasan telah mendekati kesempurnaan. Remaja saat itu sedang berusaha untuk mencapai peningkatan dan kesempurnaan pribadinya, maka mereka juga ingin mengembangkan agama, mengikuti perkembangan dan alur jiwanya ynag sedang bertumbuh pesat itu.

Perkembangan agama pada remaja ditandai oleh beberapa faktor perkembangan rohani dan jasmaninya. Perkembangan itu antara lain menurut W. Starbuck adalah:
Pertumbuhan pikiran dan mental
Perkembangan perasaan
Perkembangan sosial
Perkembangan moral
Sikap dan minat
Konflik dan agama
Ciri-ciri kesadaran agama yang menonjol pada remaja yaitu:
Pengalaman ketuhanannya semakin bersifat individual
Keimanannya semakin menuju realitas yang sebenarnya
Peribadatan mulai disertai penghayatan yang tulus
Terdapat empat sikap remaja dalam beragama, yaitu:
Percaya ikut-ikutan
Percaya dengan kesadaran
Percaya tapi agak ragu-ragu
Tidak percaya atau cenderung atheis


Penutup
Demikianlah makalah yang telah kami buat, semoga bermanfaat bagi pembaca dan pemakalah sendiri. Dan semoga apa yang telah kita diskusikan menambah rasa syukur serta menambah iman kita kepada Allah SWT. Kami menyadari masih banyak kekurangan dalam penyusunan makalah ini, maka dari itu kritik dan saran yang membangun sangat kami harapkan guna memperbaiki makalah ini dan makalah-makalah kami selanjutnya. Terima kasih.



[1] Zakiah, Daradjat, Ilmu Jiwa Agama, (Jakarta: Bulan Bintang, 1996), hlm. 69-70.

[2] Zakiah, Daradjat, Ilmu Jiwa Agama, (Jakarta: Bulan Bintang, 1996), hlm. 69.

[3] Syamsu, Yusuf LN, Psikologi Perkembangan Anak &Remaja, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2011), hlm. 204-205.

[4] Zakiah, Daradjat, Ilmu Jiwa Agama, (Jakarta: Bulan Bintang, 1996), hlm. 117-119.

[5] Jalaluddin, Psikologi Agama, (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 1997), hlm. 72-76.

[6] Abdul Aziz, Ahyadi, Psikologi Agama, (Bandung: Sinar Baru Al Gesindo, 1995), hlm. 43-48.

[7] Raharjo, Pengantar Ilmu Jiwa Agama, (Semarang: Pustaka Rizki Putra, 2012), hlm. 36-37.



Dikirim pada 09 Juni 2015 di makalah


FENOMENA JILBAB GAUL, MENUTUP AURAT ATAU MEMBALUT AURAT



Jilbab adalah busana muslim terusan panjang yang menutupi seluruh badan kecuali wajah, tangan dan kaki, yang biasa dipakai oleh perempuan muslim (muslimah). Penggunaan jenis pakaian ini terkait dengan tuntunan syariat diwajibkannya para perempuan muslimah untuk menutup aurat atau dikenal dengan istilah hijab. Secara etimologis jilbab berasal dari bahasa arab jalaba yang artinya menghimpun atau membawa. Istilah jilbab di Negara-negara yang mayoritas berpenduduk muslim digunakan sebagai jenis pakaian dengan penamaan yang berbeda-beda, misalnya di Iran disebut chador, di Irak abaya, di Malaysia disebut tudung, sementara di Arab dan Afrika disebut hijab. Di Indonesia, istilah jilbab lebih populer sebagai busana kerudung atau penutup kepala (rambut dan leher) yang dirangkai dengan baju yang menutupi seluruh badan kecuali telapak tangan dan kaki. Kata ini sudah masuk dalam kamus besar bahasa Indonesia pada tahun 1990 bersamaan dengan populernya penggunaan jilbab di kalangan muslimah perkotaan. Adapun dalam kosakata bahasa Indonesia menurut KBBI jilbab adalah kerudung lebar yang dipakai perempuan muslim untuk menutupi kepala, leher sampai ke dada.

Dewasa ini perkembangan dunia fashion semakin hari semakin berkembang pesat dengan beragam jenis dan model, tak terkecuali jilbab. Banyak kita jumpai model jilbab sekarang ini dari yang panjangnya selutut, sedada, bahkan cuma sampai leher dengan berbagai macam warna, motif, dan model pemakaian yang bervariasi. Kebanyakan mereka yang menggunakan jibab (kerudung) yang cuma sampai leher ini adalah remaja, mahasiswa, bahkan ibu-ibu yang memang ingin tampil modis dan trendy, dan mereka menyebutnya dengan istilah jilbab gaul. Sejatinya penggunaan jilbab itu dirangkai dengan pemakaian baju yang menutup aurat, yaitu baju yang tidak ketat dan transparan yang sesuai dengan tuntunan syariat, akan tetapi melihat fenomena sekarang, pemakaian jilbab disalahgunakan bahkan jauh dari tuntunan syariat Islam. Maksudnya seorang muslimah mengenakan jilbab namun berpakaian tipis, transparan dan ketat, sehingga memperlihatkan lekuk tubuhnya. Ini menunjukkan jilbab bagi mereka hanya sebagai trend atau simbol islami saja.

Dalam ajaran islam, jilbab bukanlah selembar kain tanpa makna. Berjilbab, wajib hukumnya bagi muslimah yang sudah akil baligh. Sebagaimana dikatakan Allah SWT dalam firman-Nya:

Hai nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan perempuan-perempuan orang mukmin, supaya mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuhnya. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah dikenal, sehingga mereka tidak diganggu (disakiti) oleh orang jahat. Allah maha pengampun lagi pengasih” (QS: Al-Ahzab ayat 59).

Jilbab adalah sebuah identitas keagamaan yang dimulai dari keyakinan hati, tutur hingga laku. Namun sekarang ini jilbab sudah melenceng dari fungsi utamanya. Jilbab yang semestinya untuk menutup aurat mereka jadikan hanya untuk membalut aurat, maksudnya berjilbab dengan ketentuan yang mereka buat sendiri tanpa memperhatikan tuntunan syariat, dengan alasan biar modis, cantik dan tidak ketinggalan zaman. Berjilbab merupakan dorongan hati yang paling dalam. Jangan berjilbab karena kondisi, misalnya berjilbab hanya pada waktu kuliah saja, di luar kuliah tidak berjilbab. Hal seperti itu sama saja melecehkan agama.

Fenomena jilbab gaul adalah fenomena yang membingungkan bagi setiap muslim atau muslimah yang memahami ajaran Islam dengan benar. Ini mengingat, seorang muslimah mengenakan jilbab gaul, dalam benaknya ingin menutup aurat, namun juga ingin tampil modis dan cantik. Sebagian muslimah berkomentar, ”lho, masih mending memakai jilbab gaul daripada tidak berjilbab sama sekali?!” yang lainnya juga berkomentar, ”ini kan masih belajar untuk menutup aurat.” Memang jilbab gaul selalu dianggap lebih baik dari tidak menutup aurat sama sekali atau juga dianggap sebagai proses belajar untuk menutup aurat. Sekilas pernyatan-pernyataan tersebut tampak benar, tetapi sejatinya sungguh keliru, karena setiap muslim diharuskan untuk menjalani setiap perintah syariat secara total atau kaffah. Bagi para muslimah yang memahami benar ketentuan jilbab sesuai perintah teks Al-Qur`an dan hadits, mengenakan jilbab gaul tak ubahnya melecehkan syariat Islam dan sebagai bentuk penyaluran selera pribadinya semata. Akan tetapi tidak ada salahnya jika diantara kita para muslimah yang sudah berjilbab secara syar’i untuk senantiasa memberi semangat kepada mereka yang masih tahap belajar menutup aurat, supaya bisa menutup aurat secara sempurna, karena bagaimanapun memakai jilbab gaul lebih baik daripada tidak beljilbab sama sekali. Yang terpenting adalah pendekatan dakwah yang baik dengan menanamkan makna dan hakikat ajaran islam yang secara intensif dan mengena supaya perlahan lahan mereka mau berjilbab secara sempurna (syar’i).

Maraknya fenomena jilbab gaul bagi remaja putri dan muslimah lain, bisa jadi disebabkan minimnya pemahaman agama, dan pengetahuan mereka mengenai jilbab, sehingga mereka hanya ikut-ikutan saja. Sebab lain, bisa jadi mereka termakan berbagai propaganda musuh-musuh islam yang ingin menggiring kaum muslimah untuk keluar rumah dalam keadaan telanjang. Propaganda-propaganda yang menyimpulkan bahwa jilbab adalah pakaian adat orang arab saja, atau jilbab adalah pakaian tradisional yang kuno. Sehingga banyak dari kaum muslimah termakan olehnya dan meninggalkan jilbab yang syar’i.

Adapun ketentuan berjilbab atau menutup aurat secara syar’i yaitu yang sesuai dengan tuntunan alquran dan hadits, diantaranya:

Menutup seluruh badan, kecuali yang dikecualikan
Bukan berfungsi sebagai perhiasan, sebagaimana dalam surat an Nur ayat 31: “hendaklah mereka menahan pandangannya, memelihara kemaluaanya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang biasa Nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung sampai ke dadanya………”
sebagaimana keterangan ayat di atas, jilbab di pakai untuk menutupi aurat bukan untuk perhiasan, sehingga jilbab (kerudung) pun harus menutupi dada.

Tebal, tidak transparan
Longgar dan tidak ketat
Tidak memakai parfum atau wewangian yang bisa mengundang syahwat
Tidak menyerupai pakaian laki-laki
Tidak menyerupai pakaian wanita kafir
Tidak untuk popularitas
Berjilbab atau menutup aurat tidak hanya sebagai lambang keislaman saja, berjilbab merupakan perintah syariat yang wajib dilakukan. Muslimah yang berjilbab akan terlihat santun, terhormat, bermartabat dan tentunya berkpribadian muslim. Oleh karena itu berjilbab harus juga dibarengi dengan akhlak yang baik. Jangan sampai berjilbab tapi prilakunya lebih buruk dari yang tidak berjilbab. Dengan berjilbab yang syar’i berarti kita telah menjaga nama baik agama, dan tentunya akan memperoleh pahala dari Allah sebagai balasan atas ketaatan kita kepada-Nya.



Dikirim pada 09 Juni 2015 di artikel
02 Apr

Ini adalah postingan pertamaku saat bergabung bersama Abatasa Blog.Kedepan InsyaAllah saya akan coba terus menulis di blog tercinta saya ini tentang sesuatu yang bermanfaat bagi dunia. Semoga tulisan awal ini menjadi langkah penting dalam memulai kreasi saya didunia maya khususnya di blog saya ini. Kunjungi kembali blog saya beberapa waktu kedepan untuk melihat tulisan saya.

Dikirim pada 02 April 2015 di Uncategories
Profile

“ Haji/Hajjah Ifa Nadhifah ini masih belum mau dikenal orang, mungkin masih malu. “ More About me

Page
Statistik
    Blog ini telah dikunjungi sebanyak : 57.916 kali


connect with ABATASA